cara membuat video dengan ai agar karakter bisa konsisten

cara membuat video dengan ai agar karakter bisa konsisten

Cara membuat video dengan ai agar karakter bisa konsisten

Untuk pemula yang baru belajar membuat video menggunakan AI gratisan seperti grok, veo3 atau flow mungkin masih kesulitan merancang 1 karakter tokoh agar bisa konsisten mirip dan berkelanjutan alur videonya. Ini memang butuh skil dalam mengelola Prompt atau bahan untuk men-generate videonya. Cara paling simple anda beli tools untuk generate promptnya, jadi sekarang itu ada tools yang bisa membuat prompt otomatis langsung menjadi prompt JSON sehingga lebih detail dan lebih akurat di baca oleh mesin AI nya.

Namun jika anda belum punya budget untuk beli tools anda bisa mencoba dengan memanfaatkan chatgpt, caranya buat 1 prompt yang sesuai dengan pilihan anda, kemudian buat dalam bentuk image dulu, seperti pada contoh gambar saya diatas. Kemudian jadikan video sesuai dengan narasi yang anda mau. Setelah itu anda scren shot hasil video yang barusan anda buat, dan kirim ke chatgpt untuk membuatkan prompt baru dengan gaya yang sama dengan screnshot anda barusan, terus saja ini anda ulang ulang sampai di akhir video yang anda mau.

Jika masih bingung silahkan tonton video ini:

Kemudian buat lagi video seperti di bawah ini

Video – video ini saya buat menggunakan Gemini Veo 3, anda bisa mencoba nya juga di akun gemini anda.

cara memulai menggunakan ai chatgpt untuk bisnis

cara memulai menggunakan ai chatgpt untuk bisnis

cara memulai menggunakan ai chatgpt untuk bisnis

Hari ini 1 januari 2026, dimana kita semua tau bahwa dunia bisnis sudah mengalami perubahan model sangat cepat dan signifikan sekali, salah satu hal yang harus kita tau adalah “ARTIFICIAL INTELLIGENCE” ( AI ). Sebuah fenomena yang sangat unik dan mengerikan jika kita mendalami apa itu AI dan bagaimana AI bekerja. Karena hampir di semua lini kehidupan saat ini ada AI nya. Sebagai manusia yang diberikan kecerdasan pasti ingin rasanya kita juga mengikuti dan belajar bagaimana menggunakan AI agar bisa bermanfaat dan menopang kinerja kita lebih baik.

Jika anda seorang pemula maka saya akan memberikan saran untuk mengenal AI yang paling populer adalah chatgpt, dari sini nanti anda bisa mengenal AI yang lainya. Ini panduan sederhana Cara memulai menggunakan AI Chatgpt Untuk Bisnis. Langsung saja anda masuk ke website resminya chatgpt.com daftar menggunakan gmail saja agar lebih mudah.

Disini anda bisa bertanya apa saja tentang masalah bisnis ataupun informasi lainya. Anda tinggal ketikan saja permasalahan yang sedang anda hadapi, atau anda mau mencari sesuatu yang lebih detail anda bisa menjelaskan kronologis suatu kejadian dan meminta saran atau ide kepada chatgpt juga bisa. Namun perlu di ketahui bahwa chatgpt ini adalah robot jadi dia tidak begitu merespon tentang perasaan manusia, yang akan dia berikan adalah jawaban logika dan data umum di internet. Oleh sebab itu perlu di filter apa – apa yang di berikan chatgpt belum tentu benar 100%.

Tools Aplikasi Pelengkap Bisnis Di Era Digital

Tools Aplikasi Pelengkap Bisnis Di Era Digital

Inilah Tools Aplikasi Pelengkap Bisnis Di Era Digital yang Harus Anda Miliki

Sebagai pelaku Usaha yang mengikuti perkembangan teknologi maka anda harus tau Tools Aplikasi apa saja yang mesti dimiliki agar bisnis anda terus berkembang dan memiliki banyak Pelanggan. Tools ini bisa anda dapatkan secara gratis ataupun berbayar. Mari kita bahas lebih mendalam Tentang Tools Aplikasi Pelengkap Bisnis Di Era Digital.

Tools Aplikasi Pelengkap Bisnis Di Era Digital

pengusaha di era digital membutuhkan aplikasi yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan skalabilitas bisnis mereka. Berikut adalah 5 aplikasi yang sangat dibutuhkan, dikelompokkan berdasarkan fungsi intinya:

1. Aplikasi Manajemen Proyek dan Kolaborasi Tim

Contoh: Trello, Asana, atau Monday.com

  • Mengapa sangat dibutuhkan: Pengusaha seringkali mengelola banyak tim dan proyek secara bersamaan. Aplikasi ini menjadi “sumber kebenaran” tunggal untuk semua tugas, tenggat waktu, dan komunikasi.

  • Fungsi Utama:

    • Membuat dan menugaskan tugas (to-do list) kepada anggota tim.

    • Melacak progres setiap tahapan proyek.

    • Berkomunikasi dan berbagi file dalam satu platform terpusat.

    • Mengintegrasikan dengan aplikasi lain seperti Google Drive, Slack, atau Calendar.

  • Manfaat bagi Pengusaha: Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan memastikan tidak ada tugas yang tertinggal, sehingga seluruh tim bergerak secara terkoordinasi.

2. Aplikasi Komunikasi Internal yang Real-Time

Contoh: Slack atau Microsoft Teams

  • Mengapa sangat dibutuhkan: Email seringkali terlalu formal dan lambat untuk komunikasi sehari-hari yang mendesak. Aplikasi ini menggantikan email internal untuk diskusi yang lebih cepat dan terstruktur.

  • Fungsi Utama:

    • Membuat saluran (channel) berdasarkan topik, departemen, atau proyek.

    • Mengirim pesan instan, melakukan panggilan suara/video, dan berbagi layar.

    • Terintegrasi dengan puluhan aplikasi lain (seperti Google Drive, Asana, CRM) untuk mendapatkan notifikasi dan informasi langsung di dalamnya.

  • Manfaat bagi Pengusaha: Memangkas waktu rapat yang tidak perlu, memudahkan konsultasi cepat, dan membangun budaya kolaborasi yang lebih dinamis, terutama untuk tim hybrid atau remote.

3. Aplikasi Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM – Customer Relationship Management)

Contoh: HubSpot CRM, Salesforce, atau Zoho CRM

  • Mengapa sangat dibutuhkan: Pelanggan adalah nyawa bisnis. Aplikasi CRM membantu pengusaha mengelola semua interaksi dengan calon pelanggan dan pelanggan existing secara terorganisir.

  • Fungsi Utama:

    • Mencatat dan melacak seluruh interaksi (email, telepon, meeting) dengan setiap lead/pelanggan.

    • Mengelola pipeline penjualan untuk memprediksi pendapatan.

    • Mengotomatiskan email marketing dan kampanye nurturin.

    • Menganalisis data pelanggan untuk meningkatkan strategi penjualan dan layanan.

  • Manfaat bagi Pengusaha: Meningkatkan konversi penjualan, meningkatkan retensi pelanggan, dan memberikan wawasan data yang berharga tentang perilaku pelanggan.

4. Aplikasi Manajemen Keuangan dan Akuntansi

Contoh: Accurate Online, Jurnal by Mekari, atau QuickBooks

  • Mengapa sangat dibutuhkan: Kesehatan keuangan adalah fondasi bisnis. Aplikasi ini menyederhanakan proses akuntansi yang rumit dan memberikan gambaran real-time tentang kondisi keuangan perusahaan.

  • Fungsi Utama:

    • Mencatat pemasukan dan pengeluaran secara otomatis.

    • Membuat invoice dan melacak pembayaran.

    • Mengelola pajak (e-Faktur, PPh 21/23, dll).

    • Membuat laporan keuangan seperti Laba/Rugi, Neraca, dan Arus Kas secara instan.

  • Manfaat bagi Pengusaha: Pengambilan keputusan finansial yang lebih cepat dan akurat, menghemat waktu dalam pembukuan, dan memudahkan proses audit dan pelaporan pajak.

5. Aplikasi Pemasaran Digital dan Analitik

Contoh: Buffer/Hootsuite (untuk sosial media), Google Analytics, atau Canva

  • Mengapa sangat dibutuhkan: Di era digital, keberadaan online dan pemasaran yang terukur adalah kunci. Aplikasi ini membantu pengusaha menjangkau audiens, menganalisis performa, dan membuat konten yang menarik.

  • Fungsi Utama:

    • Buffer/Hootsuite: Menjadwalkan postingan media sosial di berbagai platform dari satu dashboard.

    • Google Analytics: Melacak traffic website, perilaku pengunjung, dan mengukur ROI dari kampanye pemasaran.

    • Canva: Membuat desain grafis profesional (poster, banner, presentasi, logo) dengan mudah tanpa keahlian desain yang mendalam.

  • Manfaat bagi Pengusaha: Membangun brand awareness, mengoptimalkan strategi pemasaran berdasarkan data, dan menghasilkan konten yang engaging dengan biaya dan waktu yang efisien.

Kesimpulan: Kelima aplikasi ini membentuk “stack teknologi” dasar yang memberdayakan pengusaha untuk mengotomatiskan operasional, membuat keputusan berbasis data, dan tetap kompetitif di pasar digital yang bergerak cepat.

Tools Tambahan yaitu Aplikasi Robot CS ( Customer service )

Jika anda sudah menggunakan Iklan promosi berbayar maka ROBOT CS ini sangat penting agar anda tidak kewalahan melayani berbagai pertanyaan dari calon customer anda yang melakukan chat di whatsapp atau pun aplikasi chat lainya. Biasanya Robot CS ini menggunakan Aplikasi Chat Whatsapp.

 

Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi

Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi

Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi

Perubahan demi perubahan yang terjadi dari suatu zaman ke zaman berikutnya telah mengantarkan manusia memasuki era digital, suatu era yang seringkali menimbulkan pertanyaan : apakah kita masih hidup di masa kini atau telah hidup di masa datang. Pertanyaan ini timbul karena hampir segala sesuatu yang semula tidak terbayangkan akan terjadi pada saat ini, secara tiba-tiba muncul di hadapan kita. Masa depan seolah-olah dapat ditarik lebih cepat keberadaannya dari waktu yang semestinya, berkat kemajuan teknologi informasi.

incubator bisnis berbasis teknologi

Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika (information and communication technology –ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu sarana dan prasarana utama untuk mengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi telematika dikenal sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakan sarana multimedia. Masalah di Indonesia yang paling utama adalah bagaimana memecahkan masalah kesenjangan digital yang masih sangat besar dengan menumbuh-kembangkan inovasi atau teknopreneur industri telematika. Technopreneurship atau wirausaha teknologi merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.

Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya teknologi informasi (TI) membutuhkan adanya kebebasan dalam berinovasi, tanpa harus terkekang oleh regulasi yang malah menghambat. Semakin pemerintah mengendurkan ketatnya regulasi yang mengatur gerakan grass root komunitas TI di Indonesia, maka akan memberikan dampak positif berupa tumbuhnya TI itu sendiri dan juga aspek bisnisnya. Hal ini sangat penting karena dilandasi pengalaman di lapangan, di mana seringkali terjadi benturan antara kepentingan badan usaha sebagai unit bisnis yang menuntut untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai wirausahawan dan melakukan perubahan-perubahan, menyesuaikan antara fakta yang ada dengan tuntutan perubahan serta memperbesar usaha, tetapi di sisi lain ada kepentingan-kepentingan Pemerintah yang mungkin saja berlawanan dengan kepentingan sebagai suatu unit bisnis. Padahal dalam technopreneurship diperlukan semangat kompetisi yang dominan, agar tidak tertinggal dari turbulensi bisnis global.

Dalam kurun waktu yang panjang, ilmu pengetahuan ditempatkan pada “kotak” tersendiri secara eksklusif, seolah-olah diasingkan dari kegiatan ekonomi. Dunia ilmu pengetahuan atau kita sebut dengan pendidikan, dianggap bukan menjadi bagian dari suatu sistem ekonomi. Dunia pendidikan dipandang sebagai suatu dunia tersendiri tempat dibangunnya nilai-nilai luhur, sementara dunia ekonomi dipandang sebagai dunia yang penuh dengan kecurangan, ketidakadilan, bahkan seolah dunia tanpai nilai (value). Cara pandang yang dikotomis tersebut, dalam kurun waktu yang lama belum dapat terjembatani secara baik. Masing-masing pihak lebih mementingkan dan meng claim sebagai pihak yang paling benar.

Yang perlu kita ketahui adalah bahwa dalam era ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan, pendidikan merupakan wujud dari keberhasilan pembangunan nasional suatu negara. Bahkan pendidikan dapat menjadi keunggulan daya saing suatu negara. Dengan kata lain, pendidikan memegang peran strategis dalam memajukan ekonomi bangsa. Dan hal ini telah dibuktikan oleh negara-negara industri baru seperti Singapore, Taiwan dan Malaysia, di mana dengan membangun sarana dan prasarana pendidikan secara serius dalam sepuluh tahun terakhir, kualitas kehidupan bangsa-bangsa tersebut terus meningkat.

Bagaimana dengan Indonesia ?. Selama berpuluh tahun, pendidikan dijadikan alat politik penguasa, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Akibatnya pendidikan berjalan lamban (too slow), sehingga tidak dapat mengejar tuntutan perubahan. Pendidikan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan yang terjadi atau masih sangaPerubahan demi perubahan yang terjadi dari suatu zaman ke zaman berikutnya telah mengantarkan manusia memasuki era digital, suatu era yang seringkali menimbulkan pertanyaan : apakah kita masih hidup di masa kini atau telah hidup di masa datang. Pertanyaan ini timbul karena hampir segala sesuatu yang semula tidak terbayangkan akan terjadi pada saat ini, secara tiba-tiba muncul di hadapan kita. Masa depan seolah-olah dapat ditarik lebih cepat keberadaannya dari waktu yang semestinya, berkat kemajuan teknologi informasi.

Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika (information and communication technology –ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu sarana dan prasarana utama untuk mengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi telematika dikenal sebagai

konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakan sarana multimedia. Masalah di Indonesia yang paling utama adalah bagaimana memecahkan masalah kesenjangan digital yang masih sangat besar dengan menumbuh-kembangkan inovasi atau teknopreneur industri telematika. Technopreneurship atau wirausaha teknologi merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.

Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya teknologi informasi (TI) membutuhkan adanya kebebasan dalam berinovasi, tanpa harus terkekang oleh regulasi yang malah menghambat. Semakin pemerintah mengendurkan ketatnya regulasi yang mengatur gerakan grass root komunitas TI di Indonesia, maka akan memberikan dampak positif berupa tumbuhnya TI itu sendiri dan juga aspek bisnisnya. Hal ini sangat penting karena dilandasi pengalaman di lapangan, di mana seringkali terjadi benturan antara kepentingan badan usaha sebagai unit bisnis yang menuntut untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai wirausahawan dan melakukan perubahan-perubahan, menyesuaikan antara fakta yang ada dengan tuntutan perubahan serta memperbesar usaha, tetapi di sisi lain ada kepentingan-kepentingan Pemerintah yang mungkin saja berlawanan dengan kepentingan sebagai suatu unit bisnis. Padahal dalam technopreneurship diperlukan semangat kompetisi yang dominan, agar tidak tertinggal dari turbulensi bisnis global.

Dalam kurun waktu yang panjang, ilmu pengetahuan ditempatkan pada “kotak” tersendiri secara eksklusif, seolah-olah diasingkan dari kegiatan ekonomi. Dunia ilmu pengetahuan atau kita sebut dengan pendidikan, dianggap bukan menjadi bagian dari suatu sistem ekonomi. Dunia pendidikan dipandang sebagai suatu dunia tersendiri tempat dibangunnya nilai-nilai luhur, sementara dunia ekonomi dipandang sebagai dunia yang penuh dengan kecurangan, ketidakadilan, bahkan seolah dunia tanpai nilai (value). Cara pandang yang dikotomis tersebut, dalam kurun waktu yang lama belum dapat terjembatani secara baik. Masing-masing pihak lebih mementingkan dan meng claim sebagai pihak yang paling benar.

Yang perlu kita ketahui adalah bahwa dalam era ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan, pendidikan merupakan wujud dari keberhasilan pembangunan nasional suatu negara. Bahkan pendidikan dapat menjadi keunggulan daya saing suatu negara. Dengan kata lain, pendidikan memegang peran strategis dalam memajukan ekonomi bangsa. Dan hal ini telah dibuktikan oleh negara-negara industri baru seperti Singapore, Taiwan dan Malaysia, di mana dengan membangun sarana dan prasarana pendidikan secara serius dalam sepuluh tahun terakhir, kualitas kehidupan bangsa-bangsa tersebut terus meningkat.

Bagaimana dengan Indonesia ?. Selama berpuluh tahun, pendidikan dijadikan alat politik penguasa, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Akibatnya pendidikan berjalan lamban (too slow), sehingga tidak dapat mengejar tuntutan perubahan. Pendidikan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan yang terjadi atau masih sangat sedikit (too little). Bahkan pendidikan seringkali terlambat (too late) dalam mengadaptasi perubahan, sehingga pendidikan tertinggal dan belum mampu menjawab tantangan masa depan. Faktor penyebabnya adalah karena kebijakan yang ada disamping tambal sulam, juga dibuat secara tergesa-gesa. Bahkan pemerintah dinilai belum memiliki visi dan komitmen yang jelas tentang pendidikan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia baru dan sedang melakukan perubahan orientasi pendidikan dari pendidikan yang berbasis akademis kepada pendidikan yang berbasis kompetensi. Disinilah pokok bahasan tentang technopreneurship tersebut perlu dikembangkan. Memang tidak mudah untuk dilaksanakan, namun menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk memajukan bangsa ini pada masa yang akan datang. t sedikit (too little). Bahkan pendidikan seringkali terlambat (too late) dalam mengadaptasi perubahan, sehingga pendidikan tertinggal dan belum mampu menjawab tantangan masa depan. Faktor penyebabnya adalah karena kebijakan yang ada disamping tambal sulam, juga dibuat secara tergesa-gesa. Bahkan pemerintah dinilai belum memiliki visi dan komitmen yang jelas tentang pendidikan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia baru dan sedang melakukan perubahan orientasi pendidikan dari pendidikan yang berbasis akademis kepada pendidikan yang berbasis kompetensi. Disinilah pokok bahasan tentang technopreneurship tersebut perlu dikembangkan. Memang tidak mudah untuk dilaksanakan, namun menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk memajukan bangsa ini pada masa yang akan datang.

Copyright © 2026 Internet Marketing Indonesia